Pengabdian Masyarakat Prodi D3 Akuntansi di Desa Batakan
Mahyuni
Pemerintah pusat baru-baru ini meluncurkan program strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui pengalokasian Dana Desa sebesar Rp1,4 miliar per desa yang bersumber langsung dari APBN. Meski kebijakan ini disambut baik, implementasinya di lapangan sejak April 2015 masih menemui berbagai tantangan signifikan.
Banyak desa yang belum mampu mencairkan dana tersebut karena terkendala administrasi, seperti belum tersedianya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Di sisi lain, muncul kekhawatiran dan kebingungan di kalangan perangkat desa terkait aspek hukum dan pidana. Hal ini dipicu oleh belum jelasnya petunjuk teknis penggunaan dana serta tantangan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang memenuhi standar transparansi dan akuntabilitas.
Kontribusi Nyata Prodi D3 Akuntansi Poliban
Merespons fenomena tersebut, sekaligus menjalankan pilar Pengabdian Masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi D3 Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mengambil langkah nyata. Pada tanggal 19 September 2015, tim pengabdian Poliban menggelar Pelatihan Administrasi Desa yang berlokasi di Desa Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan Bapak Mahyuni, SE., Ak., MM, staf pengajar senior dari Jurusan Akuntansi Poliban, sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihan, beliau membedah berbagai regulasi terbaru, termasuk:
PP No. 22 Tahun 2015 tentang Dana Desa dari APBN.
Permendagri No. 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Materi yang disampaikan mencakup siklus pengelolaan keuangan desa secara komprehensif, mulai dari teknik penyusunan APBDes yang benar, proses perencanaan, pengelolaan harian, hingga prosedur penyusunan laporan pertanggungjawaban yang akuntabel.
Antusiasme Warga dan Aksi Sosial Mahasiswa
Pelatihan ini disambut dengan antusiasme tinggi. Seluruh perangkat Desa Batakan hadir bersama sekitar 30 warga setempat yang mengikuti diskusi hingga akhir acara. Kehadiran akademisi di tengah masyarakat ini memberikan angin segar dan rasa percaya diri bagi perangkat desa dalam mengelola anggaran negara.
Tak hanya berbagi ilmu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aksi kepedulian sosial. Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Poliban turut berpartisipasi dengan mengadakan bakti sosial berupa bazar paket sembako murah. Kehadiran bazar ini menjadi pelengkap kebahagiaan warga Desa Batakan yang berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut.
Melalui sinergi antara dosen dan mahasiswa ini, Poliban berharap Desa Batakan dapat menjadi contoh desa yang tertib administrasi, mandiri, dan transparan dalam mengelola potensi dana desa demi kesejahteraan seluruh masyarakatnya.
Diskusi 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!