KEGIATAN DOSEN

Kenalkan Vibe Coding, Tim PKM Jurusan Akuntansi Dampingi Siswa MAN 2 Banjarmasin Membuat Program Aplikasi berbasis web dan mobile

romy
30 Sep 2026 16 views
Bagikan:

Banjarmasin, 27 Agustus 2026 - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin membuka peluang baru dalam proses pengembangan aplikasi. Melihat perkembangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan Pelatihan Pembuatan Aplikasi Berbasis Web dan Mobile dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa kelas XI MAN 2 Kota Banjarmasin. Tim PKM ini terdiri dari bapak Noor Romy Rahwani, ibu Hikmahwati, dan ibu Widya Ais Sahla Karsayuda.


Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer MAN 2 Kota Banjarmasin ini dirancang dengan pendekatan hands-on training, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan aplikasi dengan bantuan AI.



Gambar 1: Pembukaan kegiatan pelatihan oleh Tim PKM


Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan perkembangan pendekatan application development, mulai dari Manual Coding, Framework, Low-Code/No-Code, AI-Assisted Coding atau Vibe Coding, hingga AI Agent. Materi tersebut diberikan untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai perubahan cara pengembangan aplikasi seiring dengan perkembangan teknologi.



Gambar 2: Tim PKM menyampaikan materi mengenai evolusi pendekatan pengembangan aplikasi


Selain memahami perkembangan teknologi, peserta juga diperkenalkan pada konsep Vibe Coding, yaitu pendekatan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan AI melalui instruksi atau prompt dalam bahasa alami. Melalui pendekatan tersebut, ide dan kebutuhan pengguna dapat diterjemahkan dengan bantuan AI menjadi bagian-bagian aplikasi.


Peserta kemudian mendapatkan materi mengenai Prompt Best Practices. Tim PKM memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyusun prompt yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Untuk membantu peserta dalam praktik, tim juga menyediakan template penyusunan prompt sebagai panduan.


Praktik Membuat Aplikasi dengan AI


Setelah memperoleh materi, peserta langsung mengikuti sesi praktik. Dalam pengembangan aplikasi berbasis Web, peserta menggunakan platform Lovable. Peserta mencoba menerjemahkan ide dan kebutuhan aplikasi ke dalam instruksi yang kemudian diproses oleh AI.



Gambar 3: Peserta mendapatkan pendampingan dalam praktik pembuatan Web Application menggunakan Lovable


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengembangan aplikasi berbasis Mobile menggunakan Google AI Studio. Dalam sesi ini, peserta memanfaatkan AI untuk membantu proses pengembangan aplikasi melalui pendekatan Vibe Coding.



Gambar 4: Peserta mengikuti praktik pembuatan Mobile Application menggunakan Google AI Studio


Melalui praktik langsung tersebut, peserta mendapatkan pengalaman bagaimana sebuah ide aplikasi dapat dikembangkan menjadi aplikasi berbasis Web maupun Mobile dengan bantuan Artificial Intelligence.


Salah satu hasil praktik peserta ditunjukkan melalui aplikasi Mobile yang dikembangkan dengan pendekatan Vibe Coding. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi peserta dalam memanfaatkan AI tidak hanya sebagai alat untuk mencari informasi, tetapi juga sebagai teknologi yang dapat membantu proses pengembangan aplikasi.


Empat Pelajaran Penting dari Vibe Coding


Selain menghasilkan pengalaman praktis, kegiatan ini memberikan beberapa pelajaran penting mengenai penggunaan AI dalam pengembangan aplikasi. Peserta perlu memahami kode yang dihasilkan AI (Understand the Code), mengetahui batasan dan tingkat kompleksitas aplikasi yang dikembangkan (Know the Scope), menggunakan sumber daya AI secara efisien (Manage AI Resources), serta memahami strategi penyusunan prompt yang sesuai (Study the Prompt Best Practices).


Keempat aspek tersebut menjadi penting karena penggunaan AI dalam pengembangan aplikasi tidak berarti seluruh proses dapat diserahkan kepada AI. Pemahaman manusia tetap diperlukan untuk memahami hasil yang diberikan AI, mengevaluasi aplikasi, melakukan perbaikan, dan mengembangkan aplikasi lebih lanjut.


Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti penyampaian materi maupun praktik. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama antara peserta dan Tim PKM sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan kegiatan.



Gambar 5: Penyerahan Cendera Mata dari MAN 2 Kota Banjarmasin kepada Tim PKM Poliban Jurusan Akuntansi


Mendorong Literasi Digital Siswa


Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa MAN 2 Kota Banjarmasin dalam memahami perkembangan teknologi pengembangan aplikasi dan pemanfaatan Artificial Intelligence. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknologi baru, tetapi juga diajak memahami cara menggunakan AI secara lebih terarah melalui penyusunan prompt dan praktik pengembangan aplikasi.


Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi digital peserta didik.


Melalui kegiatan tersebut, AI diperkenalkan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran dan pengembangan aplikasi, sementara kemampuan manusia tetap menjadi bagian penting dalam memahami, mengevaluasi, dan mengembangkan teknologi yang dihasilkan.

Bagikan Informasi Ini

Diskusi 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Keamanan: 2 + 3 =